Study Wisata

Lumpur di Pasirmukti dan Kisah Sepiring Nasi

                         Bagi siswa yang tinggal di perkotaan, mungkin akan sulit membayangkan  jerih payah para petani untuk menghasilkan berbagai bahan pangan yang kita konsumsi setiap harinya, contohnya sepiring nasi yang kita makan. Kegiatan Study Wisata yang diperuntukkan bagi siswa kelas IV ini, bertujuan untuk lebih mengenal budaya agraris, bisa menumbuhkan kesadaran untuk menghargai hasil produksi pertanian, dan bisa menghargai jerih payah para petani. Selain itu tentu saja juga untuk memupuk rasa kebersamaan di antara para siswa.

  

 

                   Jumat pagi, 17 Februari 2017 sekitar pukul 07.30, sebanyak 172 siswa kelas IV bersama 10 guru pendamping berangkat ke Kebun Wisata Pasirmukti. Begitu sampai di tempat itu, rombongan langsung disambut oleh para petugas. Mereka membimbing dan memfasilitasi para siswa sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi oleh guru. Mereka  memperoleh penjelasan tentang agropintar, biopori, kompos, plastik, perubahan pada benda, ekosistem, kebun tabulampot, dan  pengetahuan tentang sampah organik dan nonorganik. Mereka juga bersempatan mengenal morfologi tanaman dan menanam tanaman hias dalam pot. Bahkan, acara petik buah langsung dari pohonnya pun menjadi salah satu acara favorit.  Kegiatan lain yang mereka lakukan, antara lain mengenal dunia ikan dan memberi makan ikan, mengenal dunia unggas dan memberi makan bebek, memancing, membajak sawah, menanam padi, melukis  caping, dan tentu saja bermain di lumpur.  Meski ada beberapa siswa yang telihat jijik  dengan lumpur saat kegiatan membajak sawah dan bermain lumpur, tetapi sebagian besar terlihat justru sangat menyukai kegiatan ini.

            Apapun reaksi para siswa, yang jelas mereka pasti mendapat kesan yang mendalam tentang kegiatan ini. Lumpur sawah bisa jadi sangat kotor dan menjijikkan, tetapi lumpur sawah di Pasirmukti ternyata bisa menyenangkan sekaligus menjadi sarana pembelajaran. Berkat tangan-tangan para petani dan melalui lumpur sawah semacam inilah, kita bisa menikmati sepiring nasi setiap kali makan.  Setelah mengetahui secara langsung cara budidaya pertanian  dan perikanan, diharapkan akan  timbul kesadaran lebih menghargai hasil produksi dari bidang-bidang itu dan juga lebih menghargai jerih payah para produsennya. Dan bukan tidak mungkin akan bisa menceritakan kisah sepiring nasi  yang terhidang di meja makan.  Semoga. 

Add comment


Security code
Refresh